Keprikini.com – Hembusan optimisme terasa memenuhi ruang rapat paripurna DPRD Kota Batam akhir pekan lalu. Di balik ketukan palu pengesahan anggaran, terselip sebuah pencapaian yang menandai kedewasaan ekonomi kota industri ini. Untuk pertama kalinya, proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam untuk tahun 2027 sukses menembus batas psikologis sebesar Rp3,02 triliun.
Capaian gemilang dari pundi-pundi daerah ini menjadi bahan bakar utama bagi mesin pembangunan kota. Berkat lonjakan PAD tersebut, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam ikut mengembang kokoh mencapai Rp4,85 triliun. Angka ini bukan sekadar deretan nol di atas draf kertas, melainkan wujud nyata kemampuan sebuah daerah untuk menghidupi rumah tangganya sendiri.
Dalam kesepakatan harmonis antara legislatif dan Pemerintah Kota Batam, Sabtu (15/8/2026), tergambar jelas bagaimana pajak warga kembali untuk warga. Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam, Muhammad Fadhli mencatat PAD kini menopang hampir 64 persen dari total keseluruhan pendapatan. Sisa kebutuhan dana hanya tinggal menunggu pelengkap dari kas pusat.
Banggar melihat dominasi kas lokal ini sebagai cerminan daya tahan ekonomi Batam yang terus membaik. Ketergantungan terhadap suntikan dana dari pusat perlahan mulai dikurangi. “Ini artinya tingkat kemandirian keuangan pada APBD Tahun 2027 Kota Batam sangat mandiri,” tutur Fadhli.
Geliat ekonomi kota yang terus berdenyut memungkinkan pemerintah menarik potensi pendapatan secara maksimal. Optimalisasi ini terlihat dari tambahan target pajak daerah sebesar Rp140 miliar, beriringan dengan sektor retribusi yang siap menyumbang peluh tambahan sebesar Rp40,24 miliar.
Kini, tongkat estafet berada di tangan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Dana triliunan rupiah yang telah disepakati ini bersiap disemai menjadi infrastruktur publik yang lebih ramah dan fasilitas pendidikan yang lebih layak. Sebuah harapan baru bahwa kemandirian finansial kota pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan warganya.(kk1)
