Lingga, Keprikini.com – Langit malam di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), menjadi perhatian warga setelah fenomena hujan meteor Taurid Selatan mulai ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah warga membagikan penampakan fenomena langit tersebut melalui Instagram Story, WhatsApp Story hingga unggahan media sosial lainnya. Fenomena astronomi ini diperkirakan mencapai puncak aktivitas pada Rabu malam, 4 November hingga Kamis dini hari, 5 November 2026.
Kemunculan hujan meteor Taurid Selatan menjadi tontonan menarik, terutama bagi masyarakat yang gemar mengamati keindahan langit malam. Mengutip laman Space, hujan meteor Taurid Selatan diperkirakan menghasilkan sekitar 5 hingga 10 meteor per jam saat mencapai puncaknya, dengan catatan kondisi pengamatan ideal.
Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah setelah tengah malam. Pada waktu tersebut, konstelasi Taurus yang menjadi titik radian hujan meteor ini berada cukup tinggi di langit. Taurid Selatan merupakan fenomena yang berasal dari serpihan debu dan material sisa Komet Encke atau 2P/Encke.
Berbeda dengan sejumlah hujan meteor lainnya, Taurid Selatan memiliki karakteristik pergerakan meteor yang relatif lambat. Fenomena ini juga sesekali menghasilkan meteor sangat terang yang dikenal dengan istilah fireball atau bola api. Menariknya, masyarakat tidak memerlukan teleskop maupun teropong khusus untuk menyaksikan fenomena tersebut.
Hujan meteor ini dapat diamati langsung dengan mata telanjang. Agar pengamatan lebih maksimal, masyarakat disarankan mencari lokasi terbuka dengan pandangan langit luas, jauh dari cahaya lampu yang terlalu terang.
‎Fenomena ini menjadi kesempatan menarik bagi warga Lingga untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus mengenal lebih dekat peristiwa astronomi yang terjadi di alam semesta. (*)



