27.8 C
Riau Islands
Sabtu 22 Agustus 2026

Kado Kemerdekaan Tak Terduga: Aliran Air Batam Mati Total di Pagi 17 Agustus

Keprikini.comRibuan warga Kota Batam terpaksa menunda mandi pagi saat perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 RI, Senin (17/8/2026). Aliran air bersih dari PT Air Batam Hilir (ABH) berhenti menyusul gangguan kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang.

Pemadaman bermula dari terhentinya pasokan listrik PLN Batam ke instalasi tersebut pada Senin pagi. PLN berhasil menormalkan aliran listrik pada pukul 09.13 WIB. Namun, mesin produksi air ternyata mengalami gangguan kelistrikan internal lanjutan pasca-pemadaman.

Kondisi ini membuat debit air mengecil hingga mati total. Gangguan melanda wilayah padat penduduk seperti Batam Center, Nagoya, Bengkong, Baloi, hingga Nongsa. Warga kelimpungan mencari air cadangan untuk bersiap mengikuti upacara bendera dan lomba Agustusan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi tepat pada hari libur nasional ini,” tulis manajemen PT Air Batam Hilir melalui keterangan resmi perusahaan pada Senin siang.

Perusahaan memastikan teknisi langsung bekerja di lapangan sejak pagi. Mereka berupaya memulihkan sistem kelistrikan internal IPAM Duriangkang agar tekanan air ke rumah pelanggan segera normal secara bertahap.

Insiden 17 Agustus ini menambah daftar tantangan distribusi air di Batam. Beberapa bulan terakhir, Batam menghadapi krisis air baku struktural. Kemarau menyusutkan volume air Waduk Nongsa secara drastis akibat minimnya curah hujan sepanjang awal 2026.

Sebagai langkah darurat, PT ABH menyiagakan bantuan mobil tangki air bersih. Perusahaan menggratiskan layanan ini bagi warga yang terdampak pemadaman lebih dari 1×24 jam. Warga dapat meminta pengiriman air dengan berkoordinasi melalui ketua RT atau RW setempat. (kk1)

Terkini

Kepri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini