Breaking News

Kepri Kesulitan Anggaran, Siap-Siap Pinjam Nih!

Keprikini.com – Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE, MM mengungkapkan secara umum Provinsi Kepri kesulitan anggaran untuk pembangunan. Untuk itu, ia mengajak para Bupati dan Wali Kota untuk mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

”Saat-saat ini kita Pemerintah Daerah baik Provinsi atau Kabupaten/Kota mengalami nasib yang sama. Karena persoalan pandemi Kepri kesulitan pemenuhan anggaran untuk melanjutkan pembangunan di daerah,” kata Gubernur Ansar saat memimpin Rapat Kabupaten dan Kota di Kepulauan Riau dengan PT SMI di ruang kerja Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (31/8).

Turut mendampingi Gubernur Ansar dalam rapat, yaitu PJ Sekretaris Daerah Dr. Ir. Lamidi, MM, Asisten II Syamsul Bahrum, Kepala BP2RD Reny Yusneli, dan Kepala Biro Pembangunan Aries.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Ansar dan jajarannya ke kantor PT SMI di Jakarta, Selasa (24/8) lalu. Menurut Ansar yang telah mendengarkan paparan tim SMI, peluang peminjaman ini akan sangat bermanfaat apabila untuk pembangunan infrastruktur. Terutama yang terkait kebutuhan dasar pelayanan masyarakat.

Pemprov Kepri dalam waktu dekat akan mengajukan permohonan pinjaman ke PT SMI. ”Dalam waktu dua hari ini kita akan selesaikan permohonan tersebut,” ungkap Gubernur Ansar.

Dalam situasi pandemi Covid-19, Gubernur Ansar menginginkan agar seluruh daerah di Kepri terus aktif mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif selain dari APBD dan APBN. Ia mengingatkan bahwa tugas pemerintah adalah memastikan kebutuhan dan fasilitas dasar masyarakat selalu terpenuhi.

Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Keberadaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan dan merupakan bagian dalam sistem pelayanan masyarakat.

BUMN Kementerian Keuangan

“PT SMI ini karena memang BUMN di bawah kementerian keuangan yang memang memiliki tugas sebagai katalisator pembangunan di daerah,” imbuh Gubernur Ansar.

Erdian, Kepala Divisi Pembiayaan Publik PT SMI mengatakan, SMI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan. Mempunyai fungsi dalam percepatan pembiayaan pembangunan infrastruktur, sekaligus pembiayaan pembangunan lainnya berdasarkan tugas pemerintah.

SMI memiliki dua skema pembiayaan kepada daerah, yaitu pinjaman reguler untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Kemudian pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam rangka pemulihan ekonomi daerah akibat Covid-19.

“Tidak hanya memberikan pembiayaan yang merupakan bisnis utama dari PT SMI. Kami juga bisa memberikan jasa konsultasi dan pengembangan proyek,” jelas Erdian.

Ia mencontohkan PT SMI bisa membantu Pemda menyusun penyiapan pembangunan proyek. Juga pendampingan kepada Pemda untuk skema pembiayaan infrastruktur tersebut apakah utamanya dengan KPBU maupun pinjaman daerah.

PT SMI sampai dengan Juni 2021 untuk pinjaman PEN daerah telah memberikan dana 19,1 triliun di 28 Pemda untuk 34 fasilitas. Provinsi di pulau Sumatera menjadi yang terbanyak meminjam pinjaman PEN daerah, yaitu 38 persen dari total daerah yang dipinjamkan oleh PT SMI. Sementara sektor jembatan dan jalan menjadi porsi terbesar peruntukan pinjaman tersebut, yaitu sebesar 72 persen.

Gubernur Ansar berharap seluruh kepala daerah mau memanfaatkan peluang peminjaman yang ada ini demi kebaikan dan pembangunan di daerah.

“Karena pembangunan di daerah mampu memberikan dampak pemulihan ekonomi secara nasional, dan memberikan dampak positif berupa pertambahan nilai dan penciptaan lapangan kerja,” pungkas Gubernur Ansar. (red)

BACA JUGA ARTIKEL LAIN:

Bisnis Kapal Produksi Batam Tetap Menggeliat

Rudi Tempatkan Orang Humas Garap Pelabuhan Batam

Tanri Abeng Minta Tak Tunda Garap Kelautan