Breaking News

Tanri Abeng Minta Tak Tunda Garap Kelautan

Terlalu Fokus Industri Bisa Naikkan Corona

Keprikini.com – Ahli manajemen Tanri Abeng meminta untuk tak menunda lagi menggarap pertanian dan kelautan. Dengan menggarap potensi besar itu bisa mengatasi perekonomian Indonesia untuk jangka panjang.

Mantan Menteri Negara BUMN itu mengkhawatirkan kalau bangsa ini masih terus terlalu terfokus ke industri. Sebab fokus ke industri dan kembali ngumpul-ngumpul lagi malah akan membangkitkan Covid-19.

Salah satu provinsi Indonesia yang mempunyai potensi besar bidang kelautan, yaitu Kepulauan Riau (Kepri). Kepri mempunyai 96 persen laut dari total luas wilayahnya.

Tanri yang terkenal dengan ”Manajar Satu Miliar” itu mengemukakan, tidak ada satu pun pemimpin di dunia yang bisa memerediksikan kapan Covid-19 ini akan berakhir. Momen ini saatnya Indonesia gunakan untuk kembali ke desa dan kembali ke laut untuk menggarap potensi yang besar.

”Kita jangan tunda lagi menggarap potensi pertanian dan kelautan. Namun kuncinya tentu tetap harus dengan manajemen dan punya strategi agar lebih efisien,” tutur Tanri Abeng dalam webinar bertajuk ”Pengelolaan Ekonomi Negara dan Keuangan Daerah di Tengah Pademi Covid-19”.

Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) dengan Ketua Dr. Drs. Bahtiar, MSi menyelenggarakan webinar tersebut dengan peserta seluruh Indonesia pada Sabtu (21/8/2021).

Perlu Pendekatan Strategis

Tanri kemudian mengatakan, penanganan dan manajemen ekonomi akibat pandemi Covid-19 perlu dengan pendekatan strategis, leadership yang kuat, dan fokus pada sasaran.

”Yang pasti krisis ini perlu upaya penanggulangan dalam multiyears, saya sudah prediksi tidak mungkin selesai dalam satu tahun. Harus multiyears, sekarang kita sudah masuk hampir tahun kedua,” imbuh Tanri.

Ia pun menilai langkah dan percepatan penyelamatan sektor ekonomi yang pemerintah lakukan dalam jangka pendek, selama ini telah berjalan tepat. Namun pemerintah perlu memikirkan rencana jangka panjang dalam pemulihan ekonomi.

Dia menjelaskan strategis apa yang harus Bangsa ini lakukan untuk jangka panjang, pertama pemerintah harus agresif mengelola fiskal, karena jika fiskal terjadi defisit parah maka itu akan memengaruhi kinerja keuangan serta memengaruhi seluruh aktivitas pembangunan.

“Kedua, peranan BUMN masih strategis sekali, karena BUMN ada di seluruh sektor, baik sektor yang berorientasi kepada komersial yaitu keuntungan maupun secara sosial. Ataupun yang terkait dengan proyek strategis dari pemerintah, maka manajemen BUMN kita perlu mendapatkan perhatian,” tambahnya. (red)

BACA JUGA ARTIKEL LAIN:

Pengamat Kaget Terkonfirmasi Ansar-Marlin Tak Harmonis

Singapura Bisa Jadi Pasar Besar Produk Halal

Komunitas Harley Davidson Batam dan Kepri Tebar 1.945 Paket Sembako