Breaking News

Pengamat Kaget Terkonfirmasi Ansar-Marlin Tak Harmonis

Keprikini.com – Pengamat politik Zamzami A Karim mengaku kaget Gubernur Kepri dan Wagubnya, Ansar-Marlin tak harmonis. Untuk itu, ia berharap masalah ini cepat selesai karena masyarakat tidak mau tahu dengan urusan pribadi Gubernur.

”Saya sebenarnya kaget saat menonton video Pak Gubernur yang menyampaikan hubungannya dengan Wagub tidak harmonis. Yang awalnya hanya dugaan jadi terkonfimasi sendiri dari Gubernur,” kata Zamzami, saat diskusi virtual dengan wartawan pada Rabu (18/8/2021).

Akibat hubungan antara Gubernur Kepri dan Wakilnya, Ansar-Marlin tak harmonis, lanjut Zamzami, akan sangat berdampak pada program kerja daerah. Untuk itu, permasalahan ini harus segera ada solusi agar tidak mengganggu program yang sudah terencana dan tidak merugikan masyarakat Provinsi Kepri.

Pengamat politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Kepri ini mengatakan persoalan hubungan yang tidak harmonis kepala daerah memang kerap terjadi. Tak hanya di Kepri, beberapa daerah lain juga terjadi demikian.

“Ini konsekuensinya karena pasangan kepala daerah berasal dari usulan  gabungan partai politik,” ujarnya.

Namun, pada dasarnya, lanjut dia, pembagian tugas kerja antara gubernur dan wakilnya sudah ada dalam Undang-Undang 23/2014 tentang Pemda. Sehingga, seharusnya permasalahan komunikasi yang tak harmonis ini tidak terjadi.

“Dan seharusnya kalaupun ada masalah dapat terselesaikan dengan baik,” katanya.

Karena itu, Zamzami sangat menyayangkan ketika Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan langsung ke publik terkait hubungan yang tidak harmonis dengan wakilnya tersebut. Secara etika komunikasi sebagai pejabat publik, tentu perlu perbaikan.

Menurut Zamzami, Ansar harus ingat bahwa jabatan publiknya sebagai Gubernur Kepri akan melekat pada dirinya. Artinya meskipun sebagai anggota salah satu partai politik, jabatan publik tersebut tidak akan dapat lepas ketika sudah menjabat sebagai Gubernur Kepri.

Masyarakat Tak Mau Tahu Urusan Pribadi Gubernur 

Zamzami mengatakan masyarakat Kepri saat ini membutuhkan bagaimana penanganan Covid-19 dapat berjalan dengan baik. Program-program pembangunan dan ekonomi dapat bergerak sesuai dengan harapan masyarakat.

“Masyarakat pasti tidak mau tahu dengan masalah pribadi antara Gubernur dan Wagub. Karena itu seharusnya tidak perlu Pak Gubernur menyampaikan ke publik, meski judulnya hanya menjawab pertanyaan wartawan,” ujarnya.

Kemudian, menyikapi permasalahan yang terjadi saat ini, menurutnya memang perlu kedewasaan baik itu Gubernur ataupun Wakil Gubernur. Selain itu, Partai Golkar dan Partai NasDem juga perlu melakukan komunikasi untuk melanjutkan komitmen-komitmen yang sudah terbangun sebelumnya.

Karena, yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana dapat membangun koaliasi yang lebih besar lagi. Supaya program-program atau visi misi saat mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur dapat berjalan dengan baik.

“Sebab, koalisi di DPRD sendiri pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini sebenarnya masih kurang,” jelasnya.

Yang Dibutuhkan Langkah Konkret

Sekretaris Komisi I DPRD Kepulauan Riau Muhammad Syahid Ridho juga menyayangkan dengan situasi yang terjadi antara Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri. Pasalnya, yang terjadi saat ini sebenarnya adalah masalah komunikasi.

Terkait pembagian tugas, menurut dia, juga sudah sangat jelas dalam UU 23/2014 terkait Pemda, dan spesifik diatur dalam pasal 65 dan 66. Masyarakat tentu juga sangat sedih melihat pemasalahan yang dipertontonkan oleh kepala daerahnya.

”Saya secara pribadi juga cukup sedih Ansar-Marlin tak harmonis, karena seharusnya masalah ini tidak perlu sampai meluas. Hanya masalah komunikasi dan harusnya dapat segera diselesaikan,” kata Ridho.

Saat ini masih banyak masalah yang menjadi tantangan bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Terutama masalah pandemi Covid-19 dan juga ekonomi yang perlu penanganan ekstra agar dapat segera terselesaikan.

“Masyarakat butuh langkah konkret untuk menyelesaikan masalah saat ini dampak dari pandemi Covid-19. Kalau ada masalah segera selesaikan, kasihan masyarakat pasti sedih melihat hal ini,” katanya. (red)

sumber: Keprisatu.com