Breaking News

Indikator Covid Tanjungpinang Terburuk di Kepri

KepriKini.com – Indikator covid Tanjungpinang terburuk di Kepri. Tingkat kesembuhan pasien covid di Tanjungpinang terbilang rendah, hanya 73 persen. Akibatnya angka kematian pun tinggi mencapai 2,62 persen.

Merujuk data Satgas Penanganan Covid 19 Kepri per tanggal 14 Juli 2021, tingkat kesembuhan pasien covid di Tanjungpinang sebesar 73 persen. Indikator covid Tanjungpinang ini jauh lebih buruk dari kesembuhan pasien di Batam dan Bintan.

Sedangkan Kesembuhan di Batam mencapai 81 persen, kemudian Bintan mencapai 86 persen. Kesembuhan di Kepri sendiri mencapai 80,1 persen, sedangkan kesembuhan secara nasional sebesar 80 persen.

Rendahnya kesembuhan itu menyebabkan kematian yang cukup tinggi di Tanjungpinang. Satgas Kepri mencatat kematian sebesar 2,62 persen di Tanjungpinang.

Sebagai perbandingan tingkat kematian di Batam saat ini sebesar 2,3 persen. Bintan dan Karimun, tingkat kematiannya 1,9 persen. Jauh lebih rendah dibanding Tanjungpinang.

Kasus meninggal nasional penyebab covid per tanggal 14 Juli 2021 sebesar 2,59 persen. Sedangkan kematian covid dunia hanya sebesar 2,16 persen. Tingkat kematian di Kepri sendiri saat ini mencapai sebesar 2,3 persen.

Sebagai perbandingan tingkat kematian di Batam saat ini sebesar 2,3 persen. Bintan dan Karimun, tingkat kematiannya 1,9 persen. Jauh lebih rendah dibanding Tanjungpinang.

Satgas Kepri per tanggal 14 Juli 2021 masih mencatat pertambahan kasus meninggal harian sebanyak 4 kasus. Dengan kumulatif meninggal sejak pandemi sebanyak 164 orang.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat belum begitu banyak berdampak terhadap pengurangan penularan Covid-19.

Pertambahan kasus positif harian di Tanjungpinang mencapai 108 orang. Pertambahan harian ini lebih tinggi dari kasus sembuh yang hanya 49 orang di hari itu. Sehingga kumulatif positif Covid-19 saat ini mencapai 6.254 kasus.

Sementara itu pertambahan kasus aktif mencapai 55 orang, dengan kumulatif kasus aktif di Tanjungpinang mencapai 1.522 kasus. (red)