Breaking News

Wah! Kepri Bakal Ekspor Perdana Alumina Bulan Juni

keprikini.com – Wah! Kepri akan melakukan ekspor perdana alumina pada bulan Juni 2021 nanti. Ekspor ini bakal mendongkrak perekonomian Provinsi Kepri yang down gegara pandemi covid-19.

Rencana ekspor perdana itu, Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE, MM ungkapkan saat Kamis malam (20/5/2021) di Acara Rapat Pimpinan Provinsi Kadin Kepulauan Riau di Ballroom Hotel CK, Tanjungpinang.

Saat itu, Gubernur menuturkan bahwa pada bulan Juni nanti akan ada ekspor perdana alumina dari Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan. Kapasitas yang mereka mampu produksi dalam satu tahun ini mencapai 3 juta ton.

”Ini saya kira bisa menjadi angka pendongkrak pertumbuhan ekonomi lebih besar karena kita merefleksi pertumbuhan ekonomi di tiga wilayah yang kegiatan ekspor pertambangannya luar biasa, seperti Freeport, Morowali, Konawe,” ungkap Gubernur Ansar.

Berbicara tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gubernur Ansar mengaku telah mengajukan kepada Dewan Nasional KEK tentang pengusulan lima kawasan KEK di Kepri. Yaitu, KEK MRO Batam Aeortechnic, Nongsa Digital Point, KEK Pulau Pengalap Batam, KEK Pulau Asam Karimun, dan KEK Tanjungsauh Batam.

Selanjutnya Ansar mengungkapkan, nilai ekspor Kepulauan Riau yang mencapai 1.365,16 juta Dolar Amerika Serikat atau meningkat sebanyak 12,6 persen dari Februari 2021. Capaian ini merupakan yang tertinggi nomor 9 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Ansar juga mengaku bersyukur, karena investasi di Provinsi Kepri terus mengalami pertumbuhan. ”Kita bersyukur nilai PMA kita dari Januari sampai Maret 2021 ini tumbuh, sebesar 347,8 juta dolar Amerika. Dan, nilai PMDN kita Rp2,5 triliun. Jadi angka investasi di daerah kita, menunjukkan angka yang menggembirakan,” imbuh Ansar.

Sebagai nakhoda, Ansar juga mengaku dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan menggunakan belanja pemerintah sebagai salah satu peningkatan PDRB. Ia menilai bahwa Government Expenditure akan menjadi perangsang daya beli masyarakat.

”Maka saya terus melakukan dorongan dengan sub-ordinate dan instansi vertikal agar belanja-belanja pemerintah dapat kita dorong cepat,” imbuhnya. (red)

BACA JUGA ARTIKEL LAIN:

Di Batam, Rumah Makan Hanya Boleh Layani Bungkus

Jokowi Mengunjungi Kepri, 15.500 Warga Serentak Divaksin

142 Ribu Usia Kerja di Kepri Terdampak Corona

Berlebaran di Natuna, Gubernur Ansar Menangis

Bagaimana Menjaga Kefitrahan setelah Ramadan?