Breaking News

Bagaimana Menjaga Kefitrahan setelah Ramadan?

KepriKini.com – Perayaan Idul Fitri menjadi penanda usainya puasa Ramadan satu bulan penuh. Umat Muslim menyambutnya penuh suka cita dan kembali menjadi fitrah. Nah, bagaimana menjaga kefitrahan setelah Ramadan?

Anggota Majelis KUPI (Konferensi Ulama Perempuan Indonesia), Fatmawati Hilal menyebutkan kata fitrah sebagai kembalinya seseorang kepada keadaan suci dan keterbebasan dari segala dosa. Hal ini Alquran menyebutnya sebanyak 20 kali dalam 17 surat dan dalam 19 ayat.

“Imam Al-Qurtubi memaknai kata fitrah sebagai ketetapan Allah bahwa manusia terlahir putih, suci, bersih, dan tanpa dosa. Sedangkan menurut Imam Ibnu Katsir, fitrah adalah mentauhidkan Allah, dan Imam Al-Maraghi menyebut fitrah sebagai kecenderungan manusia kepada kebenaran,” kata Fatmawati dalam Kajian KUPI sebagaimana NU Online melansirnya, dikutip Jumat (14/5/2021).

Kemudian Fatmawati mengatakan, bahwa makna Idul Fitri adalah fitrah manusia yang terlahir dalam keadaan suci tanpa dosa cenderung pada kebenaran dengan mentauhidkan Allah. Maka, sudah semestinya keadaan yang suci dan bersih itu seorang Muslim menjaga kefitrahan dengan keistiqomahan dalam berbuat baik.

“Untuk mempertahankan fitrah ada 5M yang harus kita lakukan. Mu’ahadah (mengingat), mujahadah (bersungguh-sungguh), muraqabah (mendekatkan diri), muhasabah (introspeksi diri), dan mu’aqabah (memberi sanksi diri) apabila melakukan kesalahan,” papar Fatmawati.

Kelima hal tersebut, menjadi alarm setiap individu untuk selalu menyelaraskan hubungan vertikal dan horisontal dalam kehidupan sehari-hari. Sebab menurut Fatmawati, puasa sebulan penuh dengan penuh keikhlasan serta ketakwaan akan melahirkan manusia-manusia takwa yang mengisi 11 bulan di luar Ramadan.

“Kesalehan spiritual kesalehan ritual harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial,” tutur Ketua Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar ini.

Akhir Ramadan Jadi Ajang Instrospeksi Diri

Lebih lanjut, Ia menerangkan yang seharusnya diisi pada akhir-akhir Ramadan adalah memperbanyak introspeksi diri dengan meningkatkan kualitas ibadah sebagai ajang evaluasi ibadah-ibadah sebelumnya. Karena di 10 malam terakhir pada bulan Ramadan terdapat malam istimewa, yaitu, Lailatul Qadar.

“Akhir-akhir Ramadan seharusnya menjadi ajang introspeksi diri bukan malah sebaliknya sibuk dengan urusan-urusan duniawi,” terangnya.

Kemudian, Fatmawati mengingatkan kembali makna Idul Fitri sebagai bentuk seseorang menuju fitrah adalah memperbanyak bertaubat dengan mendekatkan diri kepada Allah.

“Mereka yang memanfaatkan Ramadan sebaik-sebaiknya, berpuasa dengan sebenar-benarnya puasa. Maka mereka inilah yang pantas mendapatkan gelar minal ‘aidin wal faizin,” ungkap Ketua Ikatan Da’iyah (IKADI) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini. (red)

BACA JUGA ARTIKEL LAIN:

Prof Nasaruddin Umar Jelaskan Sisi Moderat Muslim Sejati

Habib Jindan Ingatkan Umat Muslim Jaga Ramadan

Kisah Wakaf Seribu Tahun Sahabat Usman bin Affan