Breaking News

Tersangka Pemalsu Rapid Test dari RS Batam

BACA JUGA: Sekeluarga Pakai Surat Rapid Test Palsu di Bandara Batam

Nidya menceritakan kasus ini berawal pada saat pelapor mendapat informasi dari saksi dr. C yang merupakan dokter Bandara Hang Nadim Kota Batam.

Sang dokter mengatakan bahwa ada empat orang penumpang pesawat dengan rute Batam – Medan. Keempat orang yang masih dalam satu keluarga ini menggunakan surat dengan bentuk KOP surat lama dari RS GH dan memberitahukan kepada pelapor.

“Kemudian pelapor langsung mendatangi Bandara Hang Nadim untuk memastikan informasi tersebut. Setibanya di Bandara Hang Nadim pelapor menemukan benar bahwa surat tersebut bukan dari RS GH.

Pasalnya sejak Bulan September 2020, RS GH mengubah format dan kop suratnya dan dokter yang tertera dalam surat keterangan tersebut sudah tidak bekerja lagi di RS GH sejak tanggal 25 Nopember 2020.

Atas peristiwa ini, pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandara Hang Nadim. Dengan gerak cepat Unit Reskrim Bandara bersama Opsnal Unit Reskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua tersangka.

”Tersangka diduga melakukan Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen untuk mempercepat proses keluarnya hasil Rapid Test,” katanya.

Polisi juga menyita barang bukti  berupa 4 lembar surat keterangan hasil pemeriksaan Screening Covid-19, 4 lembar surat hasil pemeriksaan laboratorium, 2 lembar tiket pesawat Lion Air, dan 6 lembar uang pecahan Rp50.000.

“Atas kejadian tersebut pelaku dijerat pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) ke –1 K.U.H.Pidana dengan ancaman Hukuman Penjara Paling Lama 6 (Enam) Tahun,” pungkasnya.  (red)

 

Konten ini terbit di laman keprisatu.com dengan judul: Polsi Bekuk Dua Tersangka Pemalsu Surat Rapid Test.