Breaking News

PT BIIE Teken MoU dengan Pemkab Bintan soal Naker Lokal

KepriKini.com – Manajemen PT Bintan Inti Industrial Estete (BIIE) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Tujuannya untuk mempermudah penyerapan tenaga kerja (naker) lokal.

Penandatanganan MoU oleh Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi dengan para perwakilan perusahaan di Wisma PT BIIE yang ada di kawasan KIB, Lobam, Senin (21/9/2020).

Hadir dalam kegiatan ini, GM PT BIIE Aditya Laksamana, Faktory Manager PT CCI, Mr Leong  Chee Hoe, dan Director PT Pappert and Fuchs Bintan, Jumari Jamal serta Kadisnaker Kabupaten Bintan, Indra Hidayat.

Aditya Laksama, selaku GM PT BIIE mengutarakan apresiasinya ke Disnaker Kabupaten Bintan, yang telah menginisiasi kerja sama ini.

Aditya Laksama menerangkan, “Dengan adanya kerja sama ini, akan memudahkan pertemuan antara pencari kerja. Maka pendataan tenaga Kerja akan memudahkan kebutuhan Industri di Kabupaten Bintan secara menyeluruh.”

Aditiya Laksama melanjutkan,” Data tersebut dapat menjadi informasi untuk memberi pelatihan kerja. Saat ini, pihaknya pun telah bekerja sama dengan Politeknik dalam pelatihan tenaga kerja.”

Dengan terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM), harapannya industri di Kabupaten Bintan dapat berkembang lebih luas.

Apri Sujadi dalam kesempatan itu mengatakan, “Kerja sama ini merupakan komitmen Pemkab Bintan dan perusahaan, dalam memberikan laluan yang proporsional dan profesional bagi tenaga kerja tempatan.”

Menurut Apri, saat ini pelamar kerja tidak harus mendatangi perusahaan. Namun bagi para tenaga kerja yang ingin melamar kerja bisa langsung ke Disnaker Kabupaten Bintan.

Sementara itu, Kadisnaker Bintan Indra Hidayat juga menyampaikan, untuk mendukung MoU tersebut, Disnaker Bintan saat ini menggesa aplikasi sistem layanan pencari kerja atau aplikasi silancar.

“Sistem ini terbangun dan terintegrasi untuk memecahkan persoalan tenaga kerja, yang ingin mendapatkan kartu kuning atau kartu pencari kerja lebih terukur,” kata Indra Hidayat.

Dengan adanya silancar, maka pencari kerja untuk mendapatkan kartu kuning, kartu pencari kerja atau AKI, tidak perlu lagi ke Kantor Disnaker.

“Kita targetkan agar akhir tahun ini, aplikasi sudah selesai. Di mana nantinya para pencari kerja hanya tinggal submit, dan langsung mendapatkan informasi dan layanan tenaga kerja sesuai kebutuhan,” imbuh Indra. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *